https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/issue/feedINDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan)2026-06-07T08:33:42+07:00adminmediasi341@gmail.comOpen Journal SystemsJurnal Indopedia: Inovasi Pembelajaran dan Pendidikanhttps://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/538MENINGKATKAN KOSAKATA SISWA KELAS VII B DI UPT SMPN 4 MANGARABOMBANG MELALUI KARTU FLASH2026-03-26T18:01:26+07:00Nurilmi Aulia Amarnnurilmiaulia@bg.unismuh.ac.idAriana Arianaariana@unismuh.ac.id<p style="margin-top: 0in; text-align: justify;"><span style="font-size: 10.0pt;">Penguasaan kosakata merupakan komponen penting dalam pembelajaran bahasa Inggris. Namun, berdasarkan observasi awal di kelas VII B UPT SMPN 4 Mangarabombang, ditemukan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami dan mengingat kosakata bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa melalui penggunaan media flash card. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang melibatkan 21 siswa kelas VII dan dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Materi pembelajaran difokuskan pada topik <em>Things in the Classroom</em> dengan memanfaatkan flash card bergambar sebagai media pembelajaran. Teknik pengumpulan data meliputi tes kosakata, observasi kelas, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada penguasaan kosakata siswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari pre-test ke post-test pada setiap siklus. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif yang lebih tinggi selama proses pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan media flash card terbukti efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa serta menciptakan suasana pembelajaran bahasa Inggris yang lebih menarik dan interaktif</span>.</p>2026-03-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nurilmi Aulia Amar, Ariana Arianahttps://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/539MODEL PEMBELAJARAN INKLUSI PADA ANAK2026-03-26T19:09:02+07:00Alfiya Syahli Indiyantoalfiyasyahli@gmail.comArismunandar Arismunandararismunandar@unm.ac.idRusmayadi Rusmayadirusmayadi@unm.ac.idHerlina Herlinaherlina@unm.ac.idWahira Wahirawahira@unm.ac.id<p>PAUD inklusi perlu mengintegrasikan berbagai strategi pembelajaran yang adaptif. Guru dapat menerapkan pendekatan yang bervariasi, mulai dari kegiatan bermain edukatif, penggunaan media pembelajaran yang ramah anak, hingga penyesuaian kurikulum sesuai kebutuhan perkembangan individu. Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran model pembelajaran inklusi serta mengetahui fakto-faktor pendukung pendidikan inklusi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penulisan ini meliputi data primer dan data sekunder. Tahapan penelitian kualitatif menyajikan 3 tahapan yaitu Tahap pralapangan, tahap pekerjaan lapangan, dan tahapan analisis data. teknik atau metode yang digunakan peneliti dalam pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. menggunakan teknik analisa model Miles dan Huberman yang menganalisa data dengan cara membagi kedalam empat langkah; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran inklusi di TKIT Permata Hati Jayapura mengadopsi siklus terstruktur asesmen awal, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, yang disesuaikan dengan kebutuhan ABK seperti gangguan fokus, bicara, perilaku, serta slow learner. Faktor pendukung utama mencakup komitmen kepala sekolah dalam menyediakan SDM berkualitas (termasuk GPK), kemitraan orang tua melalui konseling rutin dan terapi rumah, lingkungan sekolah ramah (ruang luas, sudut tenang), serta pelatihan guru modular (kompetensi dasar hingga diferensiasi, durasi 3-10 bulan). Model ini meminimalkan hambatan partisipasi ABK, meningkatkan kecakapan guru hingga 98% via pelatihan, dan mendukung generalisasi bahwa inklusi sukses bergantung pada koordinasi tim, adaptasi kurikulum, dan infrastruktur ramah.</p>2026-03-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Alfiya Syahli Indiyanto, Arismunandar Arismunandar, Rusmayadi Rusmayadi, Herlina Herlina, Wahira Wahirahttps://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/536PERMAINAN KARTU HURUF TERHADAP PERMULAAN MEMBACA AWAL ANAK USIA DINI2026-02-07T20:07:40+07:00Andi Evagustiaevagustiaandi@gmail.comHerlinaherlina@unm.ac.idAzizahazizah.amal@unm.ac.idWahirawahira@unm.ac.id<p>Permainan kartu huruf membantu anak belajar dengan cara yang menyenangkan. Anak tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi aktif memegang kartu, mencocokkan gambar dan huruf, serta mengucapkan bunyi huruf yang dikenalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap gambaran kemampuan membaca, bahasa, dan pengaruh penerapan permainana kartu huruf terhadap kemampuan membaca permulaan pada anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen semu (quasi experiment). Desain penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Control Group Design, yaitu melibatkan dua kelompok: kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan menggunakan permainan kartu huruf, dan kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional. bahwa kemampuan membaca permulaan anak usia dini pada kedua kelompok awalnya rendah–sedang dan relatif sebanding (eksperimen 1.47 vs. kontrol 1.52). Setelah intervensi, kelompok eksperimen yang menggunakan permainan kartu huruf mengalami peningkatan drastis menjadi 3.05 (kategori baik–sangat baik), jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (1.95, masih sedang). Peningkatan paling menonjol pada pencocokan huruf–gambar dan kata awal (+1.7 poin), didukung uji statistik yang signifikan. Temuan ini menegaskan efektivitas permainan kartu huruf sebagai media berbasis permainan multisensori yang selaras dengan teori ZPD Vygotsky dan prinsip belajar bermain di PAUD.</p>2026-03-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Andi Evagustia, Herlina, Azizah, Wahirahttps://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/540PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS DESKRIPSI MENGGUNAKAN MODEL MAKE A MATCH SISWA KELAS VII SMPN 34 MAKASSAR2026-03-26T19:30:19+07:00Isra Nur Khairiyahisnanurkhryh77@gmail.comJumriati Jumriatiisnanurkhryh77@gmail.comErniati Erniatiisnanurkhryh77@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi melalui penerapan model pembelajaran <em>Make a Match</em> pada siswa kelas VII SMPN 34 Makassar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VII SMPN 34 Makassar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran <em>Make a Match</em> dapat meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan hasil belajar siswa, yaitu pada siklus I ketuntasan belajar mencapai 60% dan meningkat pada siklus II menjadi 87% dengan nilai rata-rata 84. Dengan demikian, model pembelajaran <em>Make a Match</em> efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMPN 34 Makassar.</p>2026-03-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Isra Nur Khairiyah, Jumriati Jumriati, Erniati Erniatihttps://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/556KURANGNYA PENGGUNAAN BAHASA INGGRIS LISAN DI KALANGAN MAHASISWA JURUSAN BAHASA INGGRIS 2026-06-04T17:46:10+07:00Andi Hajarandi-hajar@unm.ac.idLely Novialelynovia@unm.ac.idRifasya Rifky Fahtanifahtanirifasya@gmail.comAz-Zahri Reysaldi RazakAzzahrireysaldirazak@gmail.com<p>Penelitian ini menyelidiki kurangnya penggunaan bahasa Inggris dalam keterampilan berbicara di kalangan mahasiswa jurusan Bahasa Inggris serta mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi terbatasnya penggunaan bahasa Inggris lisan dalam konteks akademik maupun sosial. Meskipun mahasiswa jurusan Bahasa Inggris diharapkan mampu berkomunikasi secara aktif menggunakan bahasa Inggris, banyak dari mereka masih mengalami kesulitan dalam menggunakan bahasa tersebut secara konsisten dalam interaksi sehari-hari. Penelitian ini menggunakan desain mixed-methods yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada 11 responden serta wawancara dengan beberapa partisipan terpilih untuk meneliti frekuensi berbicara, kepercayaan diri, kecemasan, dan lingkungan belajar mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologis seperti kecemasan berbicara, ketakutan melakukan kesalahan tata bahasa, rendahnya rasa percaya diri, dan kekhawatiran terhadap pelafalan secara signifikan memengaruhi kemauan mahasiswa untuk berbicara menggunakan bahasa Inggris. Faktor linguistik, khususnya keterbatasan kosakata, juga berkontribusi terhadap keengganan mahasiswa dalam melakukan komunikasi lisan. Selain itu, mahasiswa cenderung lebih sering menggunakan bahasa ibu mereka karena faktor kebiasaan dan kenyamanan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurangnya penggunaan bahasa Inggris dalam keterampilan berbicara di kalangan mahasiswa jurusan Bahasa Inggris dipengaruhi oleh kombinasi faktor psikologis, linguistik, dan lingkungan. Oleh karena itu, menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan mendorong aktivitas berbicara yang dapat membangun rasa percaya diri sangat penting untuk meningkatkan kemampuan komunikasi lisan mahasiswa</p>2026-03-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Andi Hajar, Lely Novia, Rifasya Rifky Fahtani, Az-Zahri Reysaldi Razakhttps://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/558STRATEGI KOMUNIKASI MAHASISWA DENGAN LATAR BELAKANG LINGUISTIK BERBEDA PADA PROGRAM STUDI BUSINESS ENGLISH COMMUNICATION2026-06-07T08:33:42+07:00Andi Hajarandi-hajar@unm.ac.idAndi Muhammad Aidil Navriansyahmuhammadaidil703@gmail.comQalbi Salima Binti Nasirqalbisalima117@gmail.comNur Cantika Kasih Rahmatnurcantika224@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan komunikasi antarindividu dan menganalisis strategi yang digunakan mahasiswa dalam mengatasi perbedaan latar belakang bahasa di Program Studi BEC. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terbuka yang dibagikan kepada 10 mahasiswa BEC 2024. Kuesioner tersebut mencakup data demografis responden, hambatan komunikasi yang dialami, dan strategi komunikasi. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan terbesar yang dialami mahasiswa adalah perbedaan kosakata dan pengucapan, yang dirasakan oleh 7 responden. Hambatan ini sering menyebabkan kesalahpahaman dalam interaksi sehari-hari, terutama dalam percakapan santai dan situasi yang paling dominan. Strategi yang digunakan mahasiswa meliputi penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar, menyederhanakan bahasa, mempelajari kosakata baru, meminta klarifikasi, dan memanfaatkan teknologi seperti ChatGPT. Strategi-strategi ini dianggap efektif oleh sebagian besar responden dalam mengurangi kesalahpahaman dan meningkatkan kelancaran komunikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hambatan komunikasi bagi mahasiswa BEC berasal dari perbedaan bahasa ibu, bukan dari Bahasa Inggris. Dengan demikian, Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa pemersatu di kampus.</p>2026-03-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Andi Hajar, Andi Muhammad Aidil Navriansyah, Qalbi Salima Binti Nasir, Nur Cantika Kasih Rahmat