INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal Jurnal Indopedia: Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan Media Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran en-US INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan) 2985-7309 PEMANFAATAN APLIKASI EMIS DALAM MENUNJANG TUGAS ADMINISTRATIF GURU DI MTS DATOK SULAIMAN PALOPO BAGIAN PUTRA https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/564 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan aplikasi <em>Education Management Information System</em> (EMIS) dalam menunjang tugas administratif guru di MTs Satap Datok Sulaiman Palopo. Fokus penelitian meliputi bentuk pemanfaatan EMIS, kualitas pelaksanaan tugas administratif setelah penggunaan EMIS, serta faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi guru dalam memanfaatkan sistem tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.&nbsp; Hasil penelitian menunjukkan bahwa EMIS dimanfaatkan sebagai sistem utama dalam pengelolaan data siswa, absensi, nilai, serta penyusunan laporan pendidikan yang digunakan sebagai data akhir pelaporan madrasah. Pemanfaatan EMIS meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas administratif guru, khususnya dalam aspek akurasi, ketepatan waktu, kelengkapan data, dan efisiensi kerja melalui standarisasi format dan fitur validasi sistem. Namun, pada periode pembaruan data dalam jumlah besar, proses penginputan masih memerlukan waktu lebih lama. Faktor pendukung pemanfaatan EMIS meliputi ketersediaan jaringan internet dan dukungan kepala madrasah, sedangkan faktor penghambat mencakup ketidakstabilan jaringan, gangguan sistem, keterbatasan kemampuan teknologi sebagian guru, serta tidak adanya operator khusus EMIS sehingga guru harus melakukan penginputan secara langsung.&nbsp; Dengan demikian, pemanfaatan EMIS berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas administratif guru, meskipun optimalisasinya masih memerlukan peningkatan dukungan infrastruktur dan kesiapan sumber daya manusia.</p> Nadya Nurazizah Firmansyah Firmansyah Firman Patawari Alimuddin Alimuddin Mifta Zulfahmi Muassar Copyright (c) 2026 Nadya Nurazizah, Firmansyah Firmansyah, Firman Patawari, Alimuddin Alimuddin, Mifta Zulfahmi Muassar 2026-06-15 2026-06-15 4 2 69 82 PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MEMBANGUN LOYALITAS KERJA TENAGA KEPENDIDIKAN DI MAN KOTA PALOPO https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/565 <p>Skripsi ini membahas tentang peran kepemimpinan kepala madrasah dalam membangun loyalitas kerja tenaga kependidikan di MAN Kota Palopo. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kepemimpinan yang efektif dalam menciptakan hubungan kerja yang harmonis serta meningkatkan komitmen dan tanggung jawab tenaga kependidikan terhadap tugas dan lembaga. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kepemimpinan kepala madrasah, upaya yang dilakukan dalam membangun loyalitas kerja tenaga kependidikan, serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala madrasah dan tenaga kependidikan di MAN Kota Palopo. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala madrasah di MAN Kota Palopo ditunjukkan melalui pola komunikasi yang terbuka, sikap keteladanan, pemberian motivasi, serta keterlibatan langsung dalam pembinaan tenaga kependidikan. Loyalitas kerja tenaga kependidikan terlihat dari kedisiplinan, tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, serta kesediaan untuk berkontribusi demi kemajuan madrasah. Faktor pendukung dalam membangun loyalitas kerja antara lain adanya hubungan kekeluargaan, komunikasi yang baik, dan dukungan pimpinan. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan karakter individu dan keterbatasan sarana pendukung kerja.</p> Ilka Sari H. Alauddin Bungawati Bungawati Taqwa Taqwa Ahmad Munawir Copyright (c) 2026 Ilka Sari, H. Alauddin, Bungawati Bungawati, Taqwa Taqwa, Ahmad Munawir 2026-06-15 2026-06-15 4 2 83 96 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN RADEC UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILANMEMBACA PEMAHAMAN PADA SISWA DI KELAS V SDN 14 MASSALIMA KABUPATEN PANGKEP https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/566 <p>Rumusan masalah yang diteliti adalah Bagaimana Penerapan Model Pembelajaran RADEC Terhadap Pemahaman Membaca Siswa Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SDN 14 Massalima Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) prosedur pelaksanaan dalam penelitian ini adalah melalui 2 sikslus yang terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan hasil belajar yang dilakukan melalui pemberian soal teks bacaan berdasarkan instrumen yang telah disediakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kemampuan siswa dalam membaca pemahaman melalui menggunakan model pembelajaran RADEC secara jelas dan konkret berdasarkan observasi langsung, dan dokumentasi.Keterampilan membaca pemahaman pada siswa di kelas V SDN 14 Massalima. belum meningkat. Hal ini dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata oleh siswa sebelum tindakan yaitu 50,2% atau berada dalam kategori “Sangat Kurang” mengalami peningkatan yang sangat signifikan setelah diberikan tindakan menggunakan model pembelajaran RADEC. Tindakan yang diberikan melalui 2 siklus dengan total pertemuan dalam 1 siklus adalah dua kali pertemuan. Pada siklus I siswa memperoleh nilai rata-rata 69.2% predikat kategori “Kurang” namun hal ini sudah meningkat dibandingkan dengan sebelum tindakan. Sedangkan pada siklus II kemampuan membaca pemahaman siswa meningkat dengan sangat baik dengan perolehan nilai 86,20% yang mendapatkan kategori “Baik”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran RADEC (<em>Read, Answer, Discuss, Explain, Create</em>) dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas V SDN 14 Masalima.</p> Ian Siswanto Supriadi Supriadi Rahmawati Rahmawati Copyright (c) 2026 Ian Siswanto, Supriadi Supriadi, Rahmawati Rahmawati 2026-06-15 2026-06-15 4 2 97 106 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KBK BERBASIS 4C PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI MIN 3 KERENG BANGKIRAI KOTA PALANGKA RAYA https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/567 <p>Di zaman revolusi industry 4.0, bahan ajar perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi untuk siswa dapat tertarik. Jenis bahan ajar yang bisa menarik minat siswa adalah bahan ajar berupa media interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar digital berupa media pembelajaran interaktif yang dapat digunakan oleh siswa di kelas V dalam pembelajaran Fiqih. Penelitian ini mengikuti model ADDIE dengan lima tahap yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket. Hasil angket dari ahli materi, desain dan uji coba lapangan memperlihatkan bahwa media pembelajaran interaktif ini sangat sesuai, dengan skor persentase mencapai 87% termasuk Kualifikasi "Sangat Layak" menurut ahli desain 82,1%, penilaian guru sebesar 90,3%, hasil uji coba lapangan 90,4%, Hasil Uji T 0,00 bahwa bahan ajar sangat signifikan dalam meningkatkan hasil belajar, dan Analisis N-gain sebesar 0,83 dengan kriteria tinggi. Sedangkan efektifitas dari bahan ajar adalah 83.19 dengan kategori efektif digunaan dalam pembelajaran. Kesimpulan penelitian pengembangan bahan ajar dapat meningkatkan hasil belajar siswa.</p> Muhammad Syabrina Siti Masitah Sri Wenti Putri Sakha Jilburrahmah Ridho Mahpera Copyright (c) 2026 Muhammad Syabrina, Siti Masitah, Sri Wenti, Putri Sakha Jilburrahmah, Ridho Mahpera 2025-06-15 2025-06-15 4 2 107 124 ADOPSI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN DI MADRASAH: STUDI PERSPEKTIF TEORI DIFUSI INOVASI ROGERS https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/568 <p>Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut institusi untuk beradaptasi secara cepat melalui berbagai inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses adopsi dan difusi inovasi digital pada aspek pembelajaran dan administrasi di salah satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) melalui perspektif Teori Difusi Inovasi Everett Rogers. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap pimpinan, guru, siswa, serta penyebaran kuesioner terhadap 30 tenaga pendidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi teknologi seperti&nbsp;smart TV, absensi digital, jurnal mengajar digital, dan sistem penilaian berbasis teknologi mendapat respons positif karena memiliki keunggulan relatif (relative advantage), kesesuaian (compatibility), dapat diuji coba (trialability), dan dampak yang dapat diamati (observability). Meskipun demikian, aspek kerumitan (complexity) masih dirasakan oleh kelompok guru senior akibat keterbatasan literasi digital serta hambatan teknis infrastruktur. Pola adopsi guru didominasi oleh kelompok&nbsp;Early Majority&nbsp;(9 guru), diikuti&nbsp;Early Adopter&nbsp;(6 guru), Late Majority (6 guru),&nbsp;Innovator&nbsp;(5 guru), dan&nbsp;Laggard&nbsp;(4 guru). Saluran komunikasi interpersonal terbukti lebih efektif dalam mempercepat difusi dibanding komunikasi instruksional&nbsp;top-down. Kepala sekolah memegang peran krusial sebagai agen perubahan (change agent) dalam memfasilitasi sarana dan kebijakan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pendampingan sejawat dan integrasi kebijakan berbasis tata kelola yang berkelanjutan.</p> Ahmad Rizky Firdaus Ahmad Hasan Putri Norsafitri Nor Janah Bella Bella Copyright (c) 2026 Ahmad Rizky Firdaus, Ahmad Hasan, Putri Norsafitri, Nor Janah, Bella Bella 2025-06-15 2025-06-15 4 2 125 134 STUDENT PERCEPTION OF TECHNOLOGY AND OPTIMIZATION OF ITS USE TO IMPROVE ENGLISH LANGUAGE SKILLS https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/557 <p>The pandemic has been a time when technology has emerged as a solution to support education. Various applications that can be installed on the gadget, one by one, appear to offer alternative learning solutions in various fields. However, the using of technology still has not been maximized by most students. By using a survey model “likert”, this study aims to investigate students' perceptions of using technology, to assist learning activities, and to improve their English skills. The survey was conducted on high school students in West Bandung Regency, where as many as 75 students gave responses, to find out how superior technology is in their point of view, and whether they are optimizing its use as high as their awareness of technological prowess.</p> <p> </p> Rahma Ariani Roshadi Neni Ratnasari Copyright (c) 2026 Rahma Ariani Roshadi, Neni Ratnasari 2025-06-15 2025-06-15 4 2 135 142 IMPLEMENTASI PRINSIP AMANAH DAN TANGGUNG JAWAB DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME TENAGA KEPENDIDIKAN https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/569 <p>Penelitian ini mengkaji implementasi prinsip amanah dan tanggung jawab dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan. Urgensi penelitian ini muncul dari masih adanya kesenjangan antara standar profesional yang diharapkan dengan kinerja aktual tenaga kependidikan di sekolah maupun lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian kepustakaan (library research), penelitian ini menelaah secara sistematis berbagai literatur dari jurnal ilmiah Indonesia dan pemikiran pendidikan Islam yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa amanah dan tanggung jawab bukan sekadar konsep etis, melainkan merupakan nilai-nilai fundamental yang secara langsung membentuk perilaku profesional, akuntabilitas, dan mutu layanan tenaga kependidikan. Amanah mengarahkan para tenaga kependidikan untuk menjalankan tugasnya dengan penuh integritas, kejujuran, dan dedikasi, sementara tanggung jawab mendorong rasa kewajiban yang kuat terhadap peserta didik, lembaga, dan masyarakat. Integrasi kedua prinsip ini ke dalam manajemen kelembagaan melalui kode etik, standar kinerja, dan budaya organisasi terbukti mampu meningkatkan profesionalisme dan etos kerja tenaga kependidikan. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa lembaga pendidikan Islam perlu menginternalisasi nilai-nilai tersebut secara sistematis melalui program pelatihan, keteladanan kepemimpinan, dan kebijakan kelembagaan. Kesimpulannya, kekuatan sebuah lembaga pendidikan tidak hanya terletak pada infrastruktur fisik dan akademiknya, tetapi juga pada karakter moral para tenaga kependidikannya sebagai pemegang amanah pendidikan.</p> Marshabila Ramadhani Raudatul Jannah Rizqa Nabila Copyright (c) 2026 Marshabila Ramadhani, Raudatul Jannah, Rizqa Nabila 2025-06-15 2025-06-15 4 2 143 149 PENGARUH METODE PEER TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MTs NEGERI 1 WONOSOBO https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/570 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas peningkatan kemampuan komunikasi siswa antara kelas yang menerapkan metode pembelajaran <em>peer teaching</em> (tutor sebaya) dengan kelas yang menerapkan metode pembelajaran konvensional pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MTs Negeri 1 Wonosobo. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen. Subjek penelitian melibatkan siswa kelas VIII yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelas VIII A sebagai kelas eksperimen yang menerapkan metode <em>peer teaching</em> dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol yang menerapkan metode konvensional. Data kemampuan komunikasi siswa diperoleh melalui instrumen tes, yang kemudian dianalisis menggunakan uji <em>N-Gain</em> dan uji hipotesis <em>Independent Sample t-Test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor <em>N-Gain</em> kemampuan komunikasi siswa pada kelas kontrol sebesar 0,152 (kategori rendah), sedangkan pada kelas eksperimen mencapai 0,395 (kategori sedang). Hasil uji hipotesis menggunakan <em>Independent Sample t-Test</em> menunjukkan nilai signifikansi (<em>sig. 2-tailed</em>) sebesar 0,002, yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (0,002 &lt; 0,05), sehingga H<sub>0</sub> ditolak dan H<sub>a</sub> diterima. Hal ini membuktikan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode <em>peer teaching</em> secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan metode <em>peer teaching</em> terhadap kemampuan komunikasi siswa dalam pembelajaran SKI di MTs Negeri 1 Wonosobo. Penerapan metode ini efektif menciptakan suasana belajar yang aktif dan partisipatif, serta melatih keberanian verbal siswa melalui interaksi sosial dan negosiasi makna dengan teman sebaya.</p> Mustakimah Mustakimah Firdaus Firdaus Pamungkas Stiya Mulyani Copyright (c) 2026 Mustakimah Mustakimah, Firdaus Firdaus, Pamungkas Stiya Mulyani 2025-06-15 2025-06-15 4 2 150 158 STRATEGI POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DIMADRASAH IBTIDAIYAH HIDAYATUL MUBTADIIEN TEMANGGUNG https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/571 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak sejak usia sekolah dasar, khususnya di lingkungan madrasah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pola asuh orang tua terhadap pembentukan karakter anak di Madrasah Ibtidaiyah Hidayatul Mubtadiien Temanggung, mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pembentukan karakter anak, serta mengetahui implikasi pola asuh orang tua terhadap keberhasilan pembentukan karakter anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari orang tua siswa, guru kelas, dan kepala madrasah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis merupakan pola asuh yang paling efektif dalam membentuk karakter anak karena mampu menciptakan komunikasi dua arah, memberikan perhatian dan pengawasan yang seimbang, serta menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, religiusitas, dan kesantunan pada anak. Faktor pendukung pembentukan karakter meliputi kerja sama antara orang tua dan pihak madrasah, lingkungan religius, keteladanan orang tua, serta pembiasaan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Adapun faktor penghambatnya yaitu kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh penggunaan gadget dan media sosial yang tidak terkontrol, serta ketidakkonsistenan pola asuh di lingkungan keluarga. Implikasi dari penerapan pola asuh yang baik menunjukkan adanya perkembangan karakter anak yang lebih positif, seperti meningkatnya sikap disiplin, kejujuran, kemandirian, dan akhlak yang baik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pendidikan, khususnya dalam bidang pendidikan karakter anak di lingkungan keluarga dan madrasah.</p> Wulan Purnama Sari Moh Sakir Muhtar Sofwan Hidayat Copyright (c) 2026 Wulan Purnama Sari, Moh Sakir, Muhtar Sofwan Hidayat 2025-06-15 2025-06-15 4 2 159 169 SNAKE AND LADDER GAME INTEGRATION IN EFL SPEAKING INSTRUCTION: A DESCRIPTIVE STUDY AT SMAN 1 PAPAR KEDIRI https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/560 <p><em>The purpose of this study was to describe how the Snake and Ladder Game was included into speaking training for the eleventh-grade students at SMAN 1 Papar Kediri during the academic year 2025–2026 and to look at how involved the students were in the process. For this study, a qualitative descriptive design was used. Field notes, instructional documentation, and speaking evaluations utilising a grading rubric were used to gather data. The results showed that the Snake and Ladder Game was integrated using a planned process with phases for planning, carrying out, and evaluating. Speaking challenge cards based on Analytical Exposition books were added to the game board to encourage students to make a thesis statement, provide evidence, and address opposing ideas. Students' participation during the implementation demonstrated positive growth in social, emotional, and behavioural domains. Through small-group exercises, the turn-taking system fostered peer connection and scaffolding, encouraged oral participation from all students, and made the classroom more lively and communicative. Students' speaking orientation, however, continued to be primarily focused on the instructor rather than their classmates. This study offers a contextual knowledge of how a classic board game might be effectively included as a senior high school speaking teaching tool.</em></p> Jauharoh Nafisah Mutsla Arfila Agung Wicaksono Dewi Kencanawati Copyright (c) 2026 Jauharoh Nafisah Mutsla Arfila, Agung Wicaksono, Dewi Kencanawati 2025-06-15 2025-06-15 4 2 170 177 PENERAPAN ETIKA HUBUNGAN KERJA SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/572 <p>Sumber daya manusia merupakan aset penting dalam menentukan keberhasilan organisasi. Salah satu faktor yang memengaruhi kualitas sumber daya manusia adalah penerapan etika dalam hubungan kerja. Etika hubungan kerja mengatur sikap dan perilaku antara karyawan, atasan, maupun rekan kerja guna menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, profesional, dan produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran etika hubungan kerja dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan studi literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan mengenai etika kerja dan pengembangan sumber daya manusia. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan etika hubungan kerja mampu meningkatkan disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kepercayaan, serta produktivitas karyawan. Selain itu, hubungan kerja yang beretika berkontribusi dalam menciptakan budaya organisasi yang positif dan meminimalkan konflik di lingkungan kerja. Oleh karena itu, organisasi perlu memperkuat nilai-nilai etika melalui peraturan, keteladanan pimpinan, serta program pelatihan yang berkelanjutan. Penerapan etika hubungan kerja diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern.</p> M. Firdaus Dhea Aulia Ramadhani Apri liyan tina Copyright (c) 2026 M. Firdaus, Dhea Aulia Ramadhani, Apri liyan tina 2025-06-15 2025-06-15 4 2 178 185 ETIKA KEPEMIMPINAN GENERASI Z DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN: KAJIAN PERSPEKTIF ETHICAL LEADERSHIP MICHAEL E. BROWN DAN LINDA K. TREVIÑO TERHADAP TANTANGAN KEPEMIMPINAN DIGITAL https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/561 <p>Memberikan Perkembangan era digital telah membawa perubahan mendasar terhadap paradigma kepemimpinan, terutama dengan munculnya Generasi Z sebagai kelompok pemimpin baru yang memiliki karakter adaptif, inovatif, dan dekat dengan teknologi. Namun, kemampuan digital dan kecepatan adaptasi yang dimiliki Generasi Z juga menghadirkan tantangan dalam proses pengambilan keputusan, khususnya terkait bagaimana keputusan kepemimpinan tetap berlandaskan nilai moral, integritas, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etika kepemimpinan Generasi Z dalam pengambilan keputusan melalui perspektif Ethical Leadership yang dikembangkan oleh Michael E. Brown dan Linda K. Treviño. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui kajian terhadap literatur akademik mengenai kepemimpinan Generasi Z, kepemimpinan digital, etika kepemimpinan, serta pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Generasi Z tidak dapat hanya dibangun melalui kecakapan teknologi dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan, tetapi membutuhkan fondasi etis yang mampu mengarahkan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Perspektif Ethical Leadership memberikan kerangka analisis melalui dua dimensi utama, yaitu pemimpin sebagai pribadi bermoral (moral person) dan pemimpin sebagai pengelola moral (moral manager), yang relevan dalam membentuk pola keputusan kepemimpinan yang berintegritas. Penelitian ini menegaskan bahwa masa depan kepemimpinan Generasi Z membutuhkan keseimbangan antara inovasi digital, keteladanan moral, dan tanggung jawab sosial agar mampu menjawab kompleksitas kepemimpinan kontemporer.</p> Cristophel van Harling Doys Ivone Salakory Copyright (c) 2026 Cristophel van Harling, Doys Ivone Salakory 2025-06-15 2025-06-15 4 2 186 201 ANALISIS USABILITY APLIKASI SMART OFFICE DALAM PENGELOLAAN ARSIP DIGITAL DI SMKN 2 PALOPO https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/573 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usability aplikasi Smart Office dalam pengelolaan arsip digital di SMKN 2 Palopo yang meliputi mekanisme penggunaan, efektivitas, efisiensi, dan kepuasan pengguna aplikasi Smart Office. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran atau mixed methods dengan desain exploratory sequential. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terhadap tiga informan, kuesioner, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi pedoman wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Smart Office membantu mempermudah pengelolaan arsip digital di sekolah. Aplikasi tersebut dinilai cukup efektif dan efisen digunakan karena memiliki fitur yang mudah dan sesuai dengan kebutuhan pengguna, meskipun fitur surat masuk pada aplikasi Smart Office belum diterapkan karena belum adanya arahan dari dinas terkait, implementasi aplikasi saat ini masih difokuskan pada pengelolaan surat keluar. Selain itu, pengguna merasa puas terhadap penggunaan aplikasi Smart Office dalam mendukung pengelolaan administrasi di SMKN 2 Palopo. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Smart Office mampu memberikan kemudahan dalam proses pengelolaan arsip digital, mempercepat proses administrasi, serta mendukung efektivitas layanan persuratan di sekolah.</p> Anugrah Angraeny Firmansyah Firmansyah Sarmila Sarmila Copyright (c) 2026 Anugrah Angraeny, Firmansyah Firmansyah, Sarmila Sarmila 2025-06-15 2025-06-15 4 2 202 209 PERUMUSAN, SOSIALISASI, DAN EVALUASI TATA TERTIB SEBAGAI UPAYA PENDISIPLINAN SISWA DI SMA NEGERI 10 LUWU UTARA https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/574 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perumusan tata tertib, menggambarkan pelaksanaan sosialisasi tata tertib, dan mengidentifikasi proses evaluasi tata tertib sebagai upaya pendisiplinan siswa di SMA Negeri 10 Luwu Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata tertib disusun berdasarkan visi dan misi sekolah yang memuat ketentuan mengenai atribut sekolah, seragam, dan kerapian rambut siswa. Tata tertib kemudian disosialisasikan melalui kegiatan MPLS, upacara bendera, penyampaian guru di dalam kelas, serta media visual berupa poster tata tertib yang ditempel. Evaluasi tata tertib dilaksanakan melalui pengawasan dan pembinaan secara terstruktur. Melalui proses tersebut, penerapan tata tertib dinilai cukup efektif dalam mendukung kedisiplinan siswa meskipun masih ditemukan beberapa pelanggaran yang memerlukan tindak lanjut. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan tata tertib yang dilakukan secara terstruktur dapat mendukung peningkatan kedisiplinan siswa.</p> Fitri Arianti Sukirman Sukirman Nilam Permatasari Munir Copyright (c) 2026 Fitri Arianti, Sukirman Sukirman, Nilam Permatasari Munir 2025-06-15 2025-06-15 4 2 210 218 RESISTENSI SEKOLAH TERHADAP PERUBAHAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN: STUDI KASUS SMA NEGERI 4 LUWU UTARA https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/575 <p>Perkembangan teknologi pembelajaran yang semakin pesat menuntut guru untuk beradaptasi dengan penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran, namun perbedaan tingkat kesiapan dan kemampuan digital guru sering menimbulkan resistensi terhadap perubahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk resistensi guru serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya di SMA Negeri 4 Luwu Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, operator sekolah, dan guru, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi guru tidak muncul dalam bentuk penolakan langsung, melainkan bersifat terselubung (<em>hidden resistance</em>), yang ditandai dengan kesulitan beradaptasi dengan perangkat dan aplikasi digital, keterbatasan pemanfaatan teknologi secara optimal, serta kecenderungan mempertahankan metode pembelajaran konvensional. Faktor yang memengaruhi resistensi meliputi faktor internal berupa usia, kebiasaan mengajar, kemampuan literasi digital, kepercayaan diri, dan kemauan belajar, serta faktor eksternal berupa dukungan sekolah, pelatihan, pendampingan, dan ketersediaan sarana teknologi. Budaya kolaboratif dan nilai religius turut mendukung proses adaptasi guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa resistensi merupakan bagian dari proses adaptasi terhadap perubahan yang dapat diminimalkan melalui dukungan institusional dan pengembangan kompetensi digital guru secara berkelanjutan.</p> Siti Nurhalisah Alia Lestari Mifta Zulfahmi Muassar Copyright (c) 2026 Siti Nurhalisah, Alia Lestari, Mifta Zulfahmi Muassar 2025-06-15 2025-06-15 4 2 219 226 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KBC BERBASIS PEMBELAJARAN 4C MATERI WUDHU KELAS I MIS FATHUL IMAN PALANGKA RAYA https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/576 <p>Untuk menjaga minat siswa terhadap revolusi industri keempat, materi pendidikan harus diperbarui agar mencerminkan kemajuan teknologi terbaru. Salah satu jenis materi pembelajaran yang dapat membangkitkan minat siswa adalah media interaktif. Tujuan ini untuk membuat materi pembelajaran KBC (Knowledge, Bimbingan, dan Kimia) untuk anak kelas satu di MIS Fathul Iman, Palangka Raya, berdasarkan pembelajaran 4C tentang wudhu. Lima langkah model ADDIE analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi diikuti dalam penelitian ini. Penilaian hasil belajar, kuesioner, dokumentasi, dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Dengan evaluasi rata-rata 92,7% dari spesialis materi, hasil validasi menunjukkan bahwa konten pembelajaran ini sangat tepat untuk digunakan. Guru memperoleh skor 94,1%, ahli desain memperoleh skor 62,9%, dan hasil uji lapangan memperoleh skor 82,2%. Temuan uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,000, yang mengindikasikan bahwa konten pembelajaran ini secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa. Lebih lanjut, dengan ambang batas efektivitas 81,07%, analisis N-Gain menunjukkan bahwa konten pembelajaran ini termasuk dalam kelompok yang cukup efektif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembuatan materi pembelajaran KBC berbasis 4C dapat berhasil meningkatkan hasil belajar siswa dalam konten Wudhu.</p> Muhammad Syabrina Lasmi Tapia Inayah Mukharamah Fitri Handayani Daniah Daniah Copyright (c) 2026 Muhammad Syabrina, Lasmi Tapia, Inayah Mukharamah, Fitri Handayani, Daniah Daniah 2025-06-15 2025-06-15 4 2 227 238 PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH BERBASIS PERMAINAN MYSTERY BOX UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X SMAN 1 PAPAR KEDIRI https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/577 <p>Riset ini dilatarbelakangi oleh rendahnya atensi belajar partisipan didik pada mata pelajaran sejarah di SMAN 1 Papar Kediri akibat dominasi tata cara ceramah satu arah yang membuat partisipan didik pasif serta kurang ikut serta dalam pendidikan, sehingga berakibat pada menyusutnya motivasi serta hasil belajar. Riset ini bertujuan buat meningkatkan media pendidikan sejarah berbasis game <em>Mystery Box</em> guna tingkatkan atensi belajar partisipan didik kelas X. Riset memakai tata cara Research and Development (R&amp;D) dengan model ADDIE yang meliputi sesi analisis, desain, pengembangan, implementasi, serta penilaian. Informasi dikumpulkan lewat observasi, wawancara, dokumentasi, angket, dan uji pre- test serta post- test pada partisipan didik kelas X- 7 SMAN 1 Papar Kediri, serta dianalisis dengan pendekatan kualitatif serta kuantitatif sehabis media divalidasi oleh pakar modul serta pakar media. Hasil riset menampilkan kalau media <em>Mystery Box</em> efisien tingkatkan atensi belajar, diisyarati dengan kenaikan rata- rata nilai post- test secara signifikan dari 41 jadi 87, dan partisipan didik jadi lebih aktif, bersemangat, serta termotivasi dalam pendidikan. Media ini dinyatakan layak digunakan selaku alternatif media pendidikan sejarah yang interaktif serta cocok dengan ciri anak muda masa saat ini.</p> Tri Yutta Lestari Agus Budianto Yatmin Yatmin Copyright (c) 2026 Tri Yutta Lestari, Agus Budianto, Yatmin Yatmin 2025-06-15 2025-06-15 4 2 239 248 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD BERBANTU MEDIA PERMAINAN BI EJA BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X DI MAN 1 KEDIRI https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/579 <p style="margin-top: 0in; text-align: justify;"><span lang="EN-ID" style="font-size: 10.0pt;">Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran sejarah yang masih berpusat pada guru, kurangnya variasi model pembelajaran yang kreatif, serta rendahnya hasil belajar siswa pada materi Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia. Penelitian bertujuan mengetahui penerapan model pembelajaran STAD berbantu media permainan Bi Eja berbasis kearifan lokal serta pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa kelas X di MAN 1 Kediri. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui angket, observasi, wawancara, serta pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas guru sebesar 88,7% pada siklus I menjadi 94,3% pada siklus II. Aktivitas siswa mengalami peningkatan sebesar 88,8% pada siklus I menjadi 96,4% pada siklus II. Ketuntasan belajar siswa dari 45,8% sebelum tindakan menjadi 70,8% pada siklus I dan 91,7% pada siklus II. Respon siswa juga sangat tinggi dengan rata-rata 85%. Dengan demikian, penerapan model STAD berbantu media Bi Eja berbasis kearifan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan siswa pada pembelajaran sejarah.</span></p> Dewi Iklimah Salusi Agus Budianto Yatmin Yatmin Copyright (c) 2026 Dewi Iklimah Salusi, Agus Budianto, Yatmin Yatmin 2025-06-15 2025-06-15 4 2 249 257 PENGARUH PENERAPAN METODE KNOW-WANT-LEARN (KWL) TERHADAP PENINGKATAN KEAKTIFAN BERTANYA SISWA KELAS V SD NEGERI 22 JEPPE'E KECAMATAN TANETE RIATTANG BARAT KABUPATEN BONE https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/581 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode <em>Know-Want-Learn</em> (KWL) terhadap peningkatan keaktifan bertanya siswa kelas V SD Negeri 22 Jeppe'e Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian pre-eksperimen desain <em>One Group Pretest–Posttest</em>. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 20 siswa dengan teknik pengambilan sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui instrumen angket keaktifan bertanya siswa menggunakan Skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan nilai rata-rata <em>pre-test</em> sebesar 46,65 meningkat menjadi 57,75 pada <em>post-test</em>. Berdasarkan uji <em>Paired Sample t-Test</em>, diperoleh nilai Sig. 0,000 &lt; 0,05 sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Hasil uji N-Gain sebesar 0,61 berada pada kategori sedang dengan efektivitas peningkatan 60,6%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode <em>Know–Want–Learn</em> (KWL) berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan keaktifan bertanya siswa kelas V SD Negeri 22 Jeppe'e Kabupaten Bone.</p> Sudarto Sudarto Abd Kadir Rhia Nul Syakirah Copyright (c) 2026 Sudarto Sudarto, Abd Kadir, Rhia Nul Syakirah 2025-06-15 2025-06-15 4 2 258 262 HUBUNGAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI (HOTS) DENGAN PEMAHAMAN KONSEP IPAS SISWA KELAS V SD INPRES 12/79 PAKKASALO KABUPATEN BONE https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/580 <p>Penelitian ini merupakan penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya hubungan yang signifikan antara kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dengan pemahaman konsep IPAS siswa kelas V SD Inpres 12/79 Pakkasalo Kabupaten Bone. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Inpres 12/79 Pakkasalo Kabupaten Bone yang berjumlah 32 orang dengan sample jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa kelas V SD Inpres 12/79 Pakkasalo Kabupaten Bone sebesar 63,13 (kategori baik) dan &nbsp;pemahaman konsep IPAS siswa sebesar 71,88 (kategori baik). Hasil analisis statistik inferensial nilai Sig. = 0,000 (0,000 &lt; 0,05) yang berarti Ho ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dengan pemahaman konsep IPAS siswa kelas V SD Inpres 12/79 Pakkasalo Kabupaten Bone</p> Sudarto Sudarto Achmad Shabir Salmiati Salmiati Copyright (c) 2026 Sudarto Sudarto, Achmad Shabir, Salmiati Salmiati 2025-06-15 2025-06-15 4 2 263 269 PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE DAN KEBIASAAN BELAJAR TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SISWA SMK PGRI 4 KOTA KEDIRI https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/591 <p>Perkembangan teknologi informasi menjadikan smartphone sebagai bagian tidak terpisahkan dari kehidupan siswa, termasuk dalam proses belajar. Namun, penggunaan smartphone yang tidak terkontrol berpotensi mengganggu konsentrasi belajar, sementara kebiasaan belajar yang baik diduga dapat memperkuatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas penggunaan smartphone dan kebiasaan belajar, baik secara parsial maupun simultan, terhadap konsentrasi belajar siswa kelas X SMK PGRI 4 Kediri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert lima tingkat yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis dengan teknik regresi linier berganda berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan smartphone berpengaruh negatif signifikan terhadap konsentrasi belajar (t = -3,544; Sig. = 0,012), sedangkan kebiasaan belajar berpengaruh positif signifikan terhadap konsentrasi belajar (t = 2,597; Sig. = 0,041). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap konsentrasi belajar (F = 8,874; Sig. = 0,016) dengan kontribusi sebesar 71,5% (R² = 0,715), sedangkan 28,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan penggunaan smartphone secara bijak serta penguatan kebiasaan belajar untuk mengoptimalkan konsentrasi belajar siswa.</p> Gadis Ayu Permata Hati Yuanita Dwi Kripshianti Guruh Sukma Hanggara Copyright (c) 2026 Gadis Ayu Permata Hati, Yuanita Dwi Kripshianti, Guruh Sukma Hanggara 2025-06-15 2025-06-15 4 2 270 276 PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM MENINGKATKAN MINAT CALON MAHASISWA UNTUK KULIAH DI UIN PALOPO (STUDI KASUS MAHASISWA BARU UIN PALOPO TAHUN 2025) https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/592 <p>Artikel ini membahas penggunaan media sosial dalam meningkatkan minat calon mahasiswa untuk kuliah di UIN Palopo dengan studi kasus pada mahasiswa baru UIN Palopo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan media sosial, minat mahasiswa untuk kuliah di UIN Palopo, serta pengaruh media sosial terhadap minat tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 263 responden yang dipilih melalui teknik <em>simple random sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan angket dan dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial UIN Palopo dan minat mahasiswa untuk kuliah di UIN Palopo berada pada kategori baik. Uji hipotesis menunjukkan bahwa media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa untuk kuliah di UIN Palopo (t = 10,630; p &lt; 0,001). Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,302 menunjukkan bahwa media sosial memberikan kontribusi sebesar 30,2% terhadap minat mahasiswa, sedangkan 69,8% dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan demikian, media sosial menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan minat calon mahasiswa sehingga pengelolaannya perlu terus dioptimalkan sebagai media promosi perguruan tinggi.</p> Andi Eka Sapitri Akbar Akbar Firman Patawari Abdul Pirol Ahmad Munawir Copyright (c) 2026 Andi Eka Sapitri, Akbar Akbar, Firman Patawari, Abdul Pirol, Ahmad Munawir 2025-06-15 2025-06-15 4 2 277 283 PERSEPSI SIVITAS AKADEMIKA TERHADAP AKREDITASI PROGRAM STUDI: STUDI KASUS DI UIN PALOPO https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/593 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi sivitas akademika terhadap akreditasi program studi di Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo. Akreditasi merupakan instrumen penjaminan mutu yang berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, sehingga keberhasilannya bergantung pada pemahaman dan partisipasi sivitas akademika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian terdiri atas 100 responden yang dipilih dari populasi 575 sivitas akademika menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif melalui perhitungan Tingkat Capaian Responden (TCR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi sivitas akademika terhadap akreditasi program studi berada pada kategori baik dengan nilai TCR sebesar 77,08%. Tenaga kependidikan memperoleh nilai tertinggi (81,08%; sangat baik), diikuti dosen (76,98%) dan mahasiswa (76,28%) yang keduanya berkategori baik. Temuan ini menunjukkan bahwa sivitas akademika memiliki persepsi positif terhadap akreditasi sebagai instrumen penjaminan mutu yang mendukung peningkatan kualitas program studi dan layanan akademik secara berkelanjutan.</p> Lucy Rachmawati Ahmad Munawir Sarmila Sarmila Copyright (c) 2026 Lucy Rachmawati, Ahmad Munawir, Sarmila Sarmila 2025-06-15 2025-06-15 4 2 284 289 THE EFFECT OF ASSEMBLR EDU ON THE FOURTH-GRADE STUDENTS’ VOCABULARY AT SDN LIRBOYO 2 https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/595 <p><em>English vocabulary mastery is fundamental to developing language proficiency; however, many elementary school students still experience difficulties in learning and retaining English vocabulary due to the limited use of interactive instructional media. This study aimed to investigate the effect of Assemblr Edu on the English vocabulary mastery of fourth-grade students at SDN Lirboyo 2 during the 2024/2025 academic year. A pre-experimental research design employing a one-group pretest-posttest approach was adopted. The participants consisted of 28 fourth-grade students selected through total sampling. Data were collected using vocabulary tests administered before and after the implementation of Assemblr Edu, which integrated the AR Viewer and Instant Presentation features to teach vocabulary related to Things in the Living Room and Bedroom. The data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, and the Wilcoxon Signed-Rank Test. The findings revealed that students' mean score increased from 75.36 on the pre-test to 90.36 on the post-test. The Wilcoxon Signed-Rank Test indicated a statistically significant improvement in students' vocabulary mastery (Z = -4.406, p &lt; .001), with 25 students showing improved scores, three students maintaining the same scores, and none experiencing a decrease. These findings demonstrate that Assemblr Edu is an effective technology-enhanced learning medium for improving English vocabulary mastery among elementary school students by providing interactive, visual, and contextual learning experiences. The study suggests that integrating Augmented Reality into English vocabulary instruction can support more engaging and meaningful learning for young EFL learners.</em></p> Fery Satria Hutama Agung Wicaksono Mahendra Puji Permana Aji Copyright (c) 2026 Fery Satria Hutama, Agung Wicaksono, Mahendra Puji Permana Aji 2025-06-15 2025-06-15 4 2 290 303 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE (TTW) BERBASIS MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MATERI SUMBER SEJARAH PRIMER KELAS X SMAN 1 MOJO https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/596 <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMAN 1 Mojo pada materi sumber sejarah primer melalui penerapan model pembelajaran <em>Think Talk Write</em> (TTW) berbasis <em>mind mapping</em>. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 36 siswa kelas X SMAN 1 Mojo. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran <em>Think Talk Write</em> (TTW) berbasis <em>mind mapping</em> mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Nilai rata-rata pada kondisi awal sebesar 56,14 dengan ketuntasan klasikal 0%, meningkat menjadi 81,33 pada siklus I dengan ketuntasan klasikal 100%, dan kembali meningkat menjadi 93,86 pada siklus II dengan ketuntasan klasikal tetap 100%. Selain itu, aktivitas belajar siswa juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan melalui keaktifan berdiskusi, keberanian menyampaikan pendapat, kemampuan menganalisis materi, serta keterampilan menyusun <em>mind mapping</em>. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan model pembelajaran <em>Think Talk Write</em> (TTW) berbasis <em>mind mapping</em> efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sumber sejarah primer.</p> Qhurotul Sifa Agus Budianto Yatmin Yatmin Copyright (c) 2026 Qhurotul Sifa, Agus Budianto, Yatmin Yatmin 2025-06-15 2025-06-15 4 2 304 311