INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan)
https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal
Jurnal Indopedia: Inovasi Pembelajaran dan PendidikanMedia Inovasi Pendidikan dan Pembelajaranen-USINDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran dan Pendidikan)2985-7309UPAYA PENINGKATAN KESADARAN BERBAHASA BAKU MELALUI MEDIA SPINNER DI PESANTREN DARUL MUTA’ALLIMIN
https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/526
<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran berbahasa baku melalui penggunaan media spinner di Pesantren Darul Muta’allimin. Latar belakang penelitian ini didasari rendahnya kesadaran santri dalam menggunakan bahasa Indonesia baku baik dalam komunikasi formal maupun tulisan akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan pembinaan bahasa melalui permainan edukatif. Subjek penelitian terdiri atas 16 siswa kelas XI yang terlibat aktif dalam kegiatan pembinaan pada 1 Oktober 2025. Instrumen penelitian meliputi observasi partisipatif, catatan lapangan, dokumentasi, dan wawancara tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media spinner mampu menciptakan suasana belajar yang interaktif, menyenangkan, dan partisipatif. Siswa lebih berani menjawab pertanyaan, menunjukkan rasa ingin tahu ketika menerima koreksi, serta mulai menyadari pentingnya berbahasa baku. Meski ketepatan jawaban masih bervariasi, pembelajaran dengan media spinner berhasil menumbuhkan sikap reflektif siswa terhadap pentingnya penggunaan bahasa baku dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, media spinner dapat direkomendasikan sebagai alternatif strategi pembelajaran bahasa yang inovatif dan aplikatif di lingkungan pesantren.</p>Yuni ErtinawatiShofi Al ZahraRifa Fauziah SJein Fitria SP
Copyright (c) 2025 Yuni Ertinawati, Shofi Al Zahra, Rifa Fauziah S, Jein Fitria SP
2025-12-152025-12-1534546554PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGGUNAAN AWALAN DI-/KE- DAN KATA DEPAN DI-/KE- MELALUI PEMBINAAN BERBASIS LATIHAN TERBIMBING PADA SISWA SMP KELAS VIII
https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/507
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembinaan bahasa Indonesia melalui kegiatan latihan terbimbing berupa pretest dan posttest guna mengetahui kemampuan peserta didik dalam membedakan penggunaan awalan dan preposisi di- dan ke-, serta meningkatkan pemahaman mereka terhadap kaidah tersebut. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan peserta didik dalam memahami perbedaan fungsi awalan dan preposisi di- dan ke- sesuai kaidah bahasa Indonesia. Kondisi ini menunjukkan perlunya pembinaan bahasa Indonesia melalui pengajaran di sekolah agar peserta didik mampu menggunakan bentuk-bentuk tersebut secara tepat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pretest dan posttest dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami dan membedakan penggunaan awalan dan preposisi di- dan ke-. Melalui kegiatan ini, peserta didik dapat mengidentifikasi kesalahan pemahaman sebelum memperoleh penjelasan sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam.</p>fajri fahrulraziNaila Riski AhsaniMuhammad Alqodri Ali HerdianaYuni Ertinawati
Copyright (c) 2025 fajri fahrulrazi, Naila Riski Ahsani, Muhammad Alqodri Ali Herdiana, Yuni Ertinawati
2025-12-152025-12-1534555560PENERAPAN KEGIATAN BERMAIN MOTORIK HALUS UNTUK MENSTIMULASI KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN ANAK USIA 4 -5 TAHUN DI POS PAUD MEKAR DESA TUDUA
https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/527
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan kegiatan bermain motorik halus melalui media finger painting dan pastisin dalam menstimulasi kemampuan menulis permulaan anak usia 4–5 tahun di Pos PAUD Mekar Desa Tudua. Penellitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penellitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan perlakuan, sebagian anak masih mengalami kesulitan dalam menulis permulaan, seperti memegang alat tulis, membuat garis lurus, dan mengikuti pola sederhana.Kegiatan finger painting membantu mengembangkan kelenturan jari, koordinasi mata-tangan, selrta kekuatan otot melalui aktivitas mengolels, me,nepelkan, dan membuat pola. Sementara kegiatan bermain plastisin melatih kekuatan jari melalui aktivitas meremas, mencubit, menggulung, dan membentuk adonan. Setelah penerapan kedua kegiatan tersebut, anak menunjukkan perkembangan positif, seperti coretan yang lebih terarah, kemampuan mengikuti pola, serta meningkatnya minat dan kepercayaan diri dalam menulis. Dengan demikian, media finger painting dan plastisin terbukti efektif dalam menstimulasi kemampuan menulis permulaan anak.</p>Gabrila KarlinaSadaruddin SadaruddinRiskal Fitri
Copyright (c) 2025 Gabrila Karlina, Sadaruddin Sadaruddin, Riskal Fitri
2025-12-152025-12-1534561570PELAKSANAAN PROGRAM MADRASAH RAMAH ANAK (MRA) MADRASAH TSANAWIYAH DI KABUPATEN PANDEGLANG TAHUN 2025
https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/528
<p>Program Madrasah Ramah Anak (MRA) merupakan inisiatif strategis dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Madrasah sebagai lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab untuk memastikan terpenuhinya hak-hak peserta didik, baik dalam aspek perlindungan, pembelajaran, maupun perkembangan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pelaksanaan Program Madrasah Ramah Anak pada Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Pandeglang Tahun 2025. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif berdasarkan data hasil penilaian pelaksanaan MRA dari 215 MTs. Analisis dilakukan melalui perhitungan nilai rata-rata, median, nilai tertinggi, nilai terendah, serta distribusi kategori penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pelaksanaan program adalah 68,55 dengan median 68,00. Sebanyak 37% madrasah berada dalam kategori Baik, 39% dalam kategori Cukup, dan 24% termasuk kategori Kurang, sedangkan tidak ada madrasah yang mencapai kategori Sangat Baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan MRA telah berjalan, namun belum mencapai tingkat optimal, terutama dalam aspek konsistensi kebijakan, penguatan kapasitas pendidik, dan implementasi pembiasaan ramah anak. Oleh karena itu, penguatan pelatihan guru, supervisi berkala, serta pelibatan orang tua dan masyarakat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program di masa mendatang.</p>Suhada SuhadaEen MasdariahAsep RasudinAbdul Mutholib
Copyright (c) 2025 Suhada Suhada, Een Masdariah, Asep Rasudin, Abdul Mutholib
2025-12-152025-12-1534572579MENINGKATKAN KEMAMPUAN NILAI AGAMA DAN BUDI PEKERTI ANAK MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DEDEN PJBL DI TAMAN KANAK -KANAK IHYA AL-ULUM MAKASSAR
https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/529
<p>Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan nilai agama dan budi pekerti anak melalui penerapan model pembelajaran DEDE- n PjBL Design, Explain, Development, and Evaluation - Project-Based Learning di Taman Kanak-Kanak Ihya Al-Ulum Makassar. Hasil Siklus I menunjukkan bahwa kemampuan nilai agama dan budi pekerti anak mulai berkembang, namun masih ditemukan beberapa kendala, terutama pada aspek kedisiplinan, tanggung jawab, dan konsistensi dalam menunjukkan perilaku positif. Pada Siklus II, setelah dilakukan perbaikan strategi, peningkatan perilaku anak terlihat lebih signifikan. Pada pertemuan pertama, anak mulai menunjukkan kesadaran lebih tinggi dalam menerapkan nilai religius, seperti berdoa sebelum dan sesudah kegiatan, serta menjaga tanaman sebagai wujud amanah. Perubahan yang lebih kuat tampak pada pertemuan kedua, di mana anak dapat menunjukkan perilaku yang lebih stabil, seperti kerja sama, empati, disiplin, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan proyek merawat tanaman. Secara keseluruhan, penerapan model DEDEN-PjBL terbukti efektif dalam memperkuat nilai agama sekaligus menumbuhkan budi pekerti anak secara menyeluruh.</p>Nurhayati BugisSadaruddin SadaruddinRiskal Fitri
Copyright (c) 2025 Nurhayati Bugis, Sadaruddin Sadaruddin, Riskal Fitri
2025-12-152025-12-1534580592EFEKTIVITAS EDUKASI PEMAHAMAN KESEHATAN REPRODUKSI UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN REMAJA TERHADAP RISIKO PERNIKAHAN DINI DI MTS SIRAJUL MUNIR YASIM KABUPATEN KONAWE SELATAN
https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/524
<p>Permasalahan kesehatan reproduksi remaja masih menjadi tantangan utama di Indonesia, dengan dampak signifikan terhadap masa depan generasi muda. Berdasarkan penelitian Komisi Perlindungan Anak (KPAI) dan Kementrian Kesehatan pada Oktober 2020, sekitar 62,7% remaja Indonesia telah melakukan hubungan seksual pranikah, dimana 20% dari 94.270 kehamilan diluar nikah terjadi pada remaja putri, dan 21% diantaranya melakukan aborsi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi MTs Sirajul Munir Yasim tentang pentingnya kesehatan reproduksi, serta mengukur tingkat pengetahuan mereka melalui pembagian kuesioner pre-post dengan media edukasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pra-Eksperimental dengan desain One Group Pre-test - Post-test Design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 9 MTs Sirajul Munir Yasim, dengan jumlah sampel 29 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang diberikan kepada responden sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan secara signifikan meningkatkan pengetahuan siswa-siswi tentang kesehatan reproduksi. Berdasarkan hasil pre-test, 6 (20.69%) siswa berada pada kategori "sangat baik", 5 (17.24%) pada kategori "baik" dan 18 (62.07%) pada kategori “cukup” . Kemudian, terjadi perubahan signifikan pada distribusi pengetahuan berdasarkan post-test, di mana 8 (27.59%) siswa berada pada kategori "sangat baik", 18 (62.07%) pada kategori "baik" dan 3 (10.34%) pada kategori “cukup”. Analisis data menggunakan uji-t sampel berpasangan menunjukkan bahwa p(0,000)<α(0,05), yang berarti terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi. Oleh karena itu, perlu edukasi secara intensif yang dilakukan oleh tenaga kesehatan.</p>Rahman RahmanLa Jumai JumaiMuhamad Nurhayudin YusufLa Ode MursalinLili yantiNida Rahmi AfranisaNadin Aprilian UkeMilda YantiMirna MirnaMufida Nur AdzaniaMuhammad AlfajarIsmawati Ismawati
Copyright (c) 2025 Rahman Rahman, La Jumai Jumai, Muhamad Nurhayudin Yusuf, La Ode Mursalin; Lili yanti; Nida Rahmi Afranisa, Nadin Aprilian Uke, Milda Yanti, Mirna Mirna; Mufida Nur Adzania; Muhammad Alfajar; Ismawati Ismawati
2025-12-152025-12-1534593600METODOLOGI USHUL FIQH DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER
https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/525
<p>Pendidikan Islam kontemporer menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring dengan perubahan sosial, perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi, serta tuntutan globalisasi yang memengaruhi sistem dan praktik pendidikan. Kondisi tersebut menuntut adanya pendekatan metodologis yang tidak hanya berorientasi pada teks normatif, tetapi juga mampu membaca realitas dan kebutuhan masyarakat secara kontekstual. Dalam hal ini, metodologi ushul fiqh memiliki posisi strategis sebagai kerangka epistemologis yang dapat digunakan untuk merumuskan solusi terhadap berbagai persoalan pendidikan Islam kontemporer. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran metodologi ushul fiqh dalam menyelesaikan masalah pendidikan Islam, khususnya yang berkaitan dengan perumusan kebijakan pendidikan, pengembangan kurikulum, orientasi pembelajaran, serta penanaman nilai-nilai keislaman yang relevan dengan perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui penelaahan literatur ushul fiqh klasik, pemikiran ulama kontemporer, serta artikel jurnal ilmiah yang relevan dengan kajian pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa metodologi ushul fiqh mampu memberikan landasan konseptual dan metodologis yang kuat dalam merespons persoalan pendidikan Islam secara adaptif dan berorientasi pada kemaslahatan. Pendekatan ijtihad, penerapan kaidah-kaidah ushuliyyah, serta perhatian terhadap konteks sosial dan budaya menjadi elemen penting dalam proses penyelesaian masalah pendidikan. Dengan demikian, metodologi ushul fiqh berfungsi sebagai instrumen analisis yang efektif dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai Islam sekaligus menjawab tantangan pendidikan Islam kontemporer secara berkelanjutan.</p>Zainul ArasyZulheldi ZulheldiSabhamis Sabhamis
Copyright (c) 2025 Zainul Arasy, Zulheldi Zulheldi, Sabhamis Sabhamis
2025-12-152025-12-1534601608EFISIENSI PEMBELAJARAN BERKELOMPOK DIBANDINGKAN PEMBELAJARAN MANDIRI DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SDN 2 TAPAN
https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/521
<p>Kualitas pendidikan matematika di Indonesia, khususnya pada jenjang Sekolah Dasar (SD), menunjukkan hasil yang perlu diperbaiki, terbukti dari skor PISA 2022 yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran berkelompok dengan pembelajaran individu pada mata pelajaran matematika di SDN 2 Tapan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis grafik nilai rata-rata siswa, keaktifan, serta waktu pengerjaan soal pada dua metode pembelajaran. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas 1–6. Data diperoleh melalui dokumentasi nilai kuis matematika, observasi frekuensi bertanya dan menjawab, serta pencatatan waktu pengerjaan soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kelompok memberikan rata-rata nilai lebih tinggi, meningkatkan keaktifan siswa, dan mengurangi waktu pengerjaan soal dibandingkan pembelajaran individu. Temuan ini menunjukkan bahwa interaksi, diskusi, dan kolaborasi dalam kelompok memperkuat pemahaman konsep, mendorong partisipasi aktif, dan meningkatkan efisiensi belajar. Dengan demikian, pembelajaran berkelompok direkomendasikan sebagai metode efektif untuk meningkatkan prestasi akademik, partisipasi, dan manajemen waktu siswa, serta mendukung pencapaian SDG 4 (<em>Quality Education</em>).</p>Adrian Wahyu AbdillahSediono
Copyright (c) 2025 Adrian Wahyu Abdillah, Sediono
2025-12-152025-12-1534609615PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBANTU WEBSITE DIGITAL PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS 2 DI MI/SD
https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/530
<p>Bahan ajar merupakan sebuah perangkat pembelajaran yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam mempermudah proses pembelajaran. Jenis bahan ajar yang di gunakan untuk menarik minat siswa berupa media pembelajaran interaktif yang disesuaikan lagi dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dan meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Bahan ajar yang dikembangkan berupa Hybrid Learning Material yang dipegang oleh guru dan siswa. Pengambilan sampel dilakukan di Mis Al Jihad dan di uji coba kepada siswa kelas II dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini dilakukan dengan mengikuti model ADDIE dengan lima tahap yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket. Hasil angket dari ahli materi, desain dan uji coba lapangan memperlihatkan bahwa media pembelajaran interaktif ini sangat sesuai dengan skor persentase mencapai 87,32%, menurut ahli materi 94,80 %, menurut ahli desain 96,50 %, penilaian guru sebesar 75,00 %, hasil uji lapangan 83,00 %, Hasil Uji T 0,00 bahwa bahan ajar sangat signifikan dalam meningkatkan hasil belajar, dan Analisis N-gain sebesar 0,72 dengan kriteria tinggi. Kesimpulan pengembangan bahan ajar dapat meningkatkan hasil belajar siswa.</p>Muhammad SyabrinaSri NormuliatiRabiatul AdawiahLidia Sinta
Copyright (c) 2025 Muhammad Syabrina, Sri Normuliati, Rabiatul Adawiah, Lidia Sinta
2025-12-152025-12-1534616629ANALISIS STRUKTUR KALIMAT KOMPLEKS DALAM TEKS BERITA DI MEDIA TRIBUN TIMUR
https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/531
<p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola penggunaan kalimat kompleks koordinatif, subordinatif, dan campuran dalam teks berita di Tribun Timur edisi Oktober 2025. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui penelusuran seluruh berita pada periode tersebut, kemudian diklasifikasikan berdasarkan jenis hubungan antarklausa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalimat kompleks subordinatif merupakan bentuk yang paling dominan 41 kemunculan karena mampu menjelaskan sebab, waktu, syarat, serta rincian peristiwa secara lebih terstruktur. Kalimat kompleks koordinatif muncul dalam proporsi lebih rendah 28 kemunculan untuk menyajikan informasi yang bersifat sejajar atau paralel sehingga alur pemberitaan tetap mengalir. Sementara itu, kalimat kompleks campuran ditemukan pada teks berita paling rendah 19 kemunculan ditemukan pada berita yang menuntut pemaparan detail peristiwa secara lebih lengkap melalui penggabungan beberapa hubungan makna sekaligus dengan informasi lebih rinci dan memerlukan integrasi beberapa hubungan makna, seperti sebab-akibat yang dipadukan dengan penjelasan waktu atau konsesi. Secara keseluruhan, variasi struktur kalimat kompleks dalam teks berita menunjukkan kecenderungan penulis teks berita di Tribun Timur, menampilkan informasi secara padat, logis, dan tetap koheren sehingga pesan dapat disampaikan secara efektif kepada pembaca. Temuan ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian sintaksis media cetak serta pemahaman mengenai praktik kebahasaan dalam penulisan teks berita. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan analisis sintaksis pada media cetak dan daring serta peningkatan kualitas gaya bahasa jurnalistik.</p>Muh. Saleh S.
Copyright (c) 2025 Muh. Saleh S.
2025-12-152025-12-1534630637ANALISIS KEBUTUHAN: TANTANGAN DAN PELUANG DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA KURIKULUM PEMBELAJARAN MENDALAM DI SEKOLAH DASAR
https://indopediajurnal.my.id/index.php/jurnal/article/view/533
<p>Untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi pada kurikulum pembelajaran mendalam di sekolah dasar, artikel ini melakukan analisis kebutuhan menggunakan Narrative Literature Review. Sementara pembelajaran berdiferensiasi yang direncanakan untuk menyesuaikan kebutuhan individu siswa, kelas mendalam menekankan pemahaman konseptual yang dalam. Review Literatur Naratif disintesis dari 25 makalah penelitian yang terdaftar antara 2010-2023, berfokus pada tataran pendidikan dasar. Hasilnya menunjukkan tantangan utama seperti keterbatasan waktu yang memadai, pelatihan guru yang tidak memenuhi syarat, dan sumber daya yang tidak memadai yang dialokasikan, peluang besar seperti motivasi siswa dan meningkatkan hasil pembelajaran dalam jangka panjang. Rekomendasi termasuk pengembangan program pelatihan lanjutan dan integrasi teknologi dalam pendidikan untuk mendukung implementasi yang efektif.</p>Ratna Novita PunggetiRaden Firman Nurbudi Prijambodo
Copyright (c) 2025 Ratna Novita Punggeti, Raden Firman Nurbudi Projambodo
2025-12-152025-12-1534638648