RESISTENSI SEKOLAH TERHADAP PERUBAHAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN: STUDI KASUS SMA NEGERI 4 LUWU UTARA
Keywords:
Resistensi Guru, Teknologi Pembelajaran, Adaptasi Teknologi, Perubahan Pendidikan, Literasi DigitalAbstract
Perkembangan teknologi pembelajaran yang semakin pesat menuntut guru untuk beradaptasi dengan penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran, namun perbedaan tingkat kesiapan dan kemampuan digital guru sering menimbulkan resistensi terhadap perubahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk resistensi guru serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya di SMA Negeri 4 Luwu Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, operator sekolah, dan guru, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi guru tidak muncul dalam bentuk penolakan langsung, melainkan bersifat terselubung (hidden resistance), yang ditandai dengan kesulitan beradaptasi dengan perangkat dan aplikasi digital, keterbatasan pemanfaatan teknologi secara optimal, serta kecenderungan mempertahankan metode pembelajaran konvensional. Faktor yang memengaruhi resistensi meliputi faktor internal berupa usia, kebiasaan mengajar, kemampuan literasi digital, kepercayaan diri, dan kemauan belajar, serta faktor eksternal berupa dukungan sekolah, pelatihan, pendampingan, dan ketersediaan sarana teknologi. Budaya kolaboratif dan nilai religius turut mendukung proses adaptasi guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa resistensi merupakan bagian dari proses adaptasi terhadap perubahan yang dapat diminimalkan melalui dukungan institusional dan pengembangan kompetensi digital guru secara berkelanjutan.
References
Aluko, R., & Ooko, M. (2022). Enhancing the Digital Literacy Experience of Teachers to Bolster Learning in the 21st Century. Journal of Learning for Development, 9(3), 420–435. https://doi.org/10.56059/jl4d.v9i3.662
Athiyatul Ulya, A., Muqtadiroh, F. A., & Muklason, A. (2021). Identifikasi Faktor Resistansi Guru Terhadap Teknologi Sebagai Pendukung Pembelajaran di Pondok Pesantren Salaf. Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi, 7(1), 18–26. https://doi.org/10.25077/teknosi.v7i1.2021.18-26
Perez, R. B., Valera, J. S., & Limos-Galay, J. A. (2023). Teacher Learning Skills and Adaptability to Change of Secondary School Teachers in Rizal District. International Journal of Research Studies in Management. https://doi.org/10.5861/ijrsm.2023.1013
Pratama, R. E., & Mulyati, S. (2020). Pembelajaran Daring dan Luring pada Masa Pandemi Covid-19. Gagasan Pendidikan Indonesia, 1(2), 49–58. https://doi.org/10.30870/gpi.v1i2.9405
Toto, G. A., & Limone, P. (2021). From Resistance to Digital Technologies in the Context of the Reaction to Distance Learning in the School Context During COVID-19. Education Sciences, 11(4), 163. https://doi.org/10.3390/educsci11040163
Yamin, M. (2022). Blended Learning Model Pembelajaran Pasca Pandemi. Sustainable: Jurnal Kajian Mutu Pendidikan, 5(2), 285–289. https://doi.org/10.32923/kjmp.v5i2.2762















